Mahasiswa Indonesia Jadi Korban Penyerangan Di Australia

Share On Facebook
Share On Twitter

Penyerangan mahasiswa indonesia di australiaSeorang mahasiswa PhD Indonesia di Perth, Australia Barat, alami penyerangan fisik dengan dugaan motif perampokan, pada Rabu (21/12) malam waktu setempat. Sempat dirawat di rumah sakit, mahasiswa Universitas Murdoch ini telah kembali ke rumahnya pada Kamis (22/12).

Kronologi Penyerangan Mahasiswa Indonesia Di Australia

Pada Rabu (21/12) sekitar pukul 9 malam waktu Perth, Irwansyah Jemi, mahasiswa doktoral asal Indonesia di Universitas Murdoch, mengalami penyerangan di dekat rumahnya, di wilayah Kardinya.

Saat itu, Jemi -begitu ia akrab disapa, tengah berjalan pulang dari supermarket menuju rumahnya ketika tiba-tiba ia didekati sekelompok pemuda.

Tak memiliki prasangka apapun dan bahkan sempat membalas sapaan si pelaku, Jemi begitu kaget ketika ia dipukul.

Kelompok anak muda ini, dikisahkan Jemi, berusaha merampok dan mencari dompetnya.

Jemi lantas menyambung, -Saya teriak -help..help..help..- karena ada mobil yang lewat, tapi ternyata nggak berhenti. Mungkin karena panik takut ketahuan, anak-anak ini terus lari ke dalam mobil. Seingat saya mereka ada 3-4 orang.-

Ia kemudian berjalan tertatih-tatih menuju rumah dan mencari pertolongan.

Jemi mengatakan, polisi telah memintainya keterangan atas kejadian itu.

Berharap pelaku terungkap

Konsulat Republik Indonesia di Perth telah menerima laporan mengenai kasus yang menimpa Jemi.

Konsulat juga mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepolisan Australia Barat untuk penanganan kasus ini.

Jemi merasa penyerangan itu memiliki motif lain di luar perampokan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *