Tarif PPh Resmi Turun September 2016

Share On Facebook
Share On Twitter
Tarif PPh Final Resmi Turun September 2016

Tarif PPh Resmi Turun September 2016

news.lapaklaku.com – Ada yang tahu apa itu PPh? PPh adalah pajak yang dikenakan kepada orang pribadi, suatu badan hukum, atau organisasi atas penghasilan yang diterima atau diperoleh dalam suatu Tahun Pajak. PPh yang saat ini sedang hangat diperbincangkan adalah persoalan tarif PPh final pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan (BPHTB).

Tarif PPh ini memang khusus dibebankan pada wajib pajak yang bergelut di bidang jual-beli tanah atau bangunan, dimana PPh terhitung saat pihak-pihak yang terlibat (penjual dan pembeli) dalam transaksi jual-beli menerima sebagian atau seluruh pembayaran.
Yang masuk ke dalam perhitungan PPh adalah setiap pembayaran yang diterima penjual, baik uang muka, bunga, pungutan, ataupun pembayaran-pembayaran lainnya. Penjual sebagai pihak yang terkena wajib pajak harus membayar PPh ke bank persepsi selambat-lambatnya tanggal 15 di bulan selanjutnya.
Tarif pajak penghasilan (PPh) final BPHTB resmi turun pada 7 September. Telah diatur dalam PP No. 34 Tahun 2016, tarif PPh final BPHTB mengalami penurunan sebanyak 50%, yang awalnya 5% menjadi 2,5%, terkhusus objek selain rumah sederhana (RS) atau rumah susun sederhana.

Peraturan Pemerintah ini mengatur bahwa penghasilan atas transaksi tanah/bangunan baik dengan Akta Jual Beli (AJB) atau akta pengalihan hak lainnya seperti Akta Pengoperan Hak ataupun peralihan hak yang masih dalam bentuk Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) akan diberlakukan tarif baru, sebagai berikut:

  1. Untuk obyek Non Rusun dan Rumah Sederhana Sehat (RSH), Rumah Sederhana Tapak (RST) oleh Developer, PPh Penjual adalah 2.5% dari nilai transaksi.
  2. Untuk obyek Rusun dan Rumah Sederhana Sehat (RSH), Rumah Sederhana Tapak (RST) oleh Developer besarnya PPh final adalah 1% dari nilai transaksi.
  3. Transaksi kepada pemerintah tarif PPh 0%

Contohnya begini:

Jika harga rumah adalah 500 juta rupiah, maka PPh yang menjadi kewajiban developer adalah 5% dari 500 juta sama dengan 25 juta rupiah.

Nah, dengan adanya PP No. 34 Tahun 2016 Tentang Tarif Baru PPh Final atas Pengalihan Hak Atas Tanah/Bangunan  tentang PPh 2.5% ini maka kewajiban developer menjadi 12.5 juta rupiah saja. Dengan kondisi ini developer bisa menurunkan harga jual produknya sebesar 12.5 juta rupiah dengan catatan developer tetap pada target keuntungan yang sama.

Jadi harga jual yang awalnya 500 juta bisa diturunkan menjadi 487.5 juta rupiah saja. Efeknya, jika harga rumah turun maka besarnya uang muka pembelian rumah dengan KPR juga turun dan tentu saja cicilan perbulan juga turun.

Download Peraturan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *